Fangirlable ©prologue

Fangirlable

Jo Liyeol’s present ©2017

PROHIBITED COPAS, DON’T BE PLAGIAT, DON’T BE SILENT!

BTS (+Seventeen) Fanfiction! DLDR! RnR!


[Remake Fanfiction]

.

.

.

.

.

©Prologue.

.

.

.

.

.

.

.

[]

.

.

.

Jika menyukaimu itu kekeliruan; maka aku akan tenggelam bersama angkara hingga menuju alam baka.

Jika menyayangimu itu kesalahan; maka aku akan bersembunyi di dalam samudera hingga Tuhan mengizinkanku tiada.

Jika mencintaimu itu kejahatan; maka aku akan bersujud pada sang pencipta hingga durkasa membawaku sirna.

I will always smile like an idiot.”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

2012.

Namgu, Gwangju, South Korea.

“…—Kook,” remaja delapan belas tahun itu menoleh, berbisik takut-takut pada siswi yang memiliki tempat duduk di sebelahnya.

“… Jungkook,” lagi, entah untuk kali ke berapa ia memangil nama itu dengan gusar. Badge nama tersemat di dada kiri almamater merah marunnya, bertulis kapital hangeul yang terbaca jelas Park Jimin sewarna silver.

“Hei! Jeon Jungkook!” nadanya meninggi. Bisikannya makin terdengar gemas tatkala siswi itu tak kunjung merespon; berbalik, malah sibuk sendiri dengan posisi menunduk memperkatikan ponsel di laci meja sambil tertawa-tawa sinting. Sampai pada detik di mana Jimin hampir kehilangan akal, siswa Park ini memekik sekedar mengambil atensi gadis di sebelahnya, “Perempuan gila—bedebah!”

shit.

Di luar perkiraan, hal ini berhasil membuat siswi berhelai panjang yang digelung asal pada puncak kepala itu memberengut sesaat, sebelum menoleh kesal ke arah si Park dari posisi absolutnya yang masih menunduk, “Wae?” intonasi itu hampir bergumam, meski raut wajahnya kentara jelas hendak menerkam Jimin saat ini juga.

Seakan tidak peduli, yang ditanya memampangkan ekspresi datar sebelum mengangkat sebelah tangan menunjuk arah atas kepala Jungkook.

Maka gadis itu mengernyit sesaat sebelum reflek mendongak mengikuti ke mana arah telunjuk Jimin membawa perhatiannya bermuara.

And …

Damn!

What the” adalah kalimat yang pertama kali Jungkook gumamkan tak kentara, ketika mendapati raut tegas Kim Namjoon (sang wali kelas) menahan gerit amarah di pampangan wajah ramahnya. Si Jeon tau betul artian dari air muka pria itu, maka dengan lagak inosen ia mengulum bibir lalu menampakan cengir kotak tanpa dosa, “Kim-ssaem?”

Guru muda itu mengukir senyum yang tak kalah inosen dengan manisnya, sambil berkata: “Jeon Jeongguk?” jeda, terasa begitu beda sensasi yang ditimbulkan ketika suara dalam Namjoon mengeja namanya, memacu adrenalin tersendiri pada inti jantung siswi itu hingga menimbulkan debar menegangkan. Sesaat, dapat Jungkook saksikan ukiran senyum di wajah gurunya makin mengembang—tenang, mengintimidasi, pun luar biasa mengerikan. Terlebih tatkala guru muda itu berkata santai, “Fangirling saat jam pelajaran lagi, hm?” lalu mengedip, sekedar menyalangkan tatapan buas ke arah muridnya untuk mengaum ganas, “Keluar sampai jam pelajaranku selesai!”

Jungkook terkesiap, nyaris terjungkal dari tempat duduk kala ia berjengit kaget menanggapi gelegar suara sang guru, sebelum dengan sigap bangkit dari tempatnya tanpa perlu diperintah untuk kali kedua.

Jujur, di selubung dada gadis itu, ia sumeringah bukan main. Mawar bahagia bermekaran amat riang bersama manik-manik kecil yang bertebaran, tidak ada lagi yang lebih bagus ketimbang diusir dari kelas, tatkala lagi-lagi ia ketahuan guru fangirling saat jam pelajaran berlangsung.

Tepat ketika biasnya melakukan siaran live di V app.

Angan-angan demikian. Yang ada rasa riangnya melebur di menit berikutnya—seketika, saat kaki jenjang siswi itu hampir mendekati pintu geser belakang kelas, suara berat Namjoon kembali berkumandang tegas, “Dan besok bawa orang tuamu menghadapku.”

hellGod! Please kill mejebal …

.

.

.

.

.

Fangirlable

— i will always smile like an idiot 

.

.

Warning!

OCC || AU || G || Typo || GS!Kook

[DramaSlice of lifeRomance]

.

.

.

[]

.

.


.

.

.

“Oppa! Fanmeet tadi pagi ituastagaaa!” – “Bibirmuya Tuhan! Aku tidak kuat—aaa!”

“Jungkook! Berhenti tertawa-tawa sendiri dan cepat turun!”

“Aye-aye, Ma!”

.

.

“Coba kita lihat apa yang ada di dalam sini—woah! Orang bodoh ini lagi,” – “Bagaimana kau mau pintar kalau yang kau lihat orang bodoh ini terus? Itu kenapa aku menyebutmu Kookid—id untuk idiot, haha, benar-benar cocok! Orang bodoh menyukai orang bodoh, mau jadi apa kau besar nanti?”

.

.

“Astaga, Jungkook-ah. Kau keluarkan tujuh belas ribu won hanya untuk kaset?” – “—Ya! Otakmu ke mana? Sudah berapa uang yang kau hamburkan cuma-cuma buat membeli album, DVD atau … underwareapalah itu.”

Fans wear, Dude.”

“Ya, ya. Terserah,” – “Intinya kau gila.”

.

.

.

“Kau tidak mau tidur? Istirahatlah, sudah malam.”

“Nanti.”

“Benar-benar senang saat mendapat tawaran membuat naskah itu, hm?”

“Tentu saja! Sudah lama dia tidak main drama ‘kan?”

“Masih secinta itu kau padanya? Aku iri—astaga,”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jika menyukaimu itu kekeliruan; maka aku akan tenggelam bersama angkara hingga menuju alam baka.

Jika menyayangimu itu kesalahan; maka aku akan bersembunyi di dalam samudera hingga Tuhan mengizinkanku tiada.

Jika mencintaimu itu kejahatan; maka aku akan bersujud pada sang pencipta hingga durkasa membawaku sirna.

I will always smile like an idiot.”

Tidak peduli orang-orang yang menganggapku gila, mencercaku sarkas dengan rentetan cela, imitasi senyum ketika di depan mata, hingga peradaban angkuh mereka yang tak terhingga.

Ketika afeksi ini telah memilihmu; cinta yang berpendar bukan lagi soal sajak dan manifestasi. Melainkan seutuh sanubari yang selalu haus akan sosokmu yang penuh empati.

Imajinasi yang mempertemukanku denganmu, maka tidak masalah jika orang-orang mulai menganggapku berdelusitidak masalah. Karenadiktat emosionalku adalah mengagumimu dengan rasional.

.

.

“I will always smile like an idiot.”because i love you so bad.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

©FangirlablePrologue—clear.

tbc.


Jo Liyeol Curhat Timing


Ini (mungkin) bakal lebih fokus ke GS!Kook yang dibumbui cast-cast Bangtan ketimbang member Seventeen.

Lebih-lebih, mungkin kalau kalian tertarik. Tolong jangan terlalu terfokus pada siapakenapa dan bagaimana cerita ini bakal berlangsung. Soalnya dari ide awal yang kupunya, ini bener-bener crack parah. Pengen aja sih buat fanfik yang lebih real-life dalam drama-fiksi, dari niatan mau dibuat BL kuganti jadi GS (soalnya ini kayanya lebih cocok), supaya kalian bisa masuk dan lebih ngerasa kalau ada di posisi Jungkook—so, we all fangirl here.

Ini mungkin ga beda jauh dari fanfik-fanfikku yang lain. Ide klasik dengan bahasa alay :v Soalnya kupengen ngiring kalian terjerumus/? ke dunia fiksi yang lebih nyata di kehidupan sehari-hari. Mungkin cuma bakal jadi mini chapter /maybe/ ga mau bikin utang makin numpuk soalnya =w= muehehe

And lasty …

Ini bakalan ambigu pairing.

Dan ini efek dari kena baper Wings Tour juga sebenernya =w=

Dah itu aja.

.

.

.

See you in chapter 1! Bye-bye~ =3=9

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s