Blood, Sweat And Tears (Series)

Jo Liyeol’s present ©2017

Contristatu 

Zeus pun tau, pengorbanan ini bukti cintamu untuk ku. )

.

OCC || AU || Typo || BL

Drabble ]

.


Sepasang obsidian Jungkook berpendar menatap langit dari duduknya di tengah hamparan rumput; perbatasan kota juga pedalaman hutan prohibetur, bersama seseorang ia bersandar pada satu-satunya pohon besar yang tumbuh di permadani luas ini.

Dalam abad tiga belas bintang-bintang betebaran begitu indah di atas langit Goryeo, mengkelip centil seakan menggodanya untuk dicolek dan diraih. Maka putra kerajaan itu terkekeh kilat sekedar menampakan begitu manis raut sukanya, hanya sesekali, selebihnya ia sibuk berceloteh dan mendengus pada pemuda yang duduk diam di sebelahnya.

“Tae, Ara!” Jungkook berseru riang menunjuk sebuah konstelasi di arah selatan, pada tengah rasi bintang Centaurus dan Lupus.

Pemuda di sebelahnya masih diam. Sedangkan Jungkook terus mengembangkan senyum menatap langit malam, binar di matanya menjernih tatkala sebuah gugus bintang tertangkap indra pengelihatannya, “Astaga, cantik sekali! Tae, itu Andromeda!” cahaya yang berkelip saling sambut membuat ia tergugu, setengah menganga mengagumi keindahan tata surya yang begitu ia gemari.

Tapi pemuda di sebelahnya tetap diam.

Sangat lama sampai raut ceria Jungkook perlahan pudar.

Terganti raut sebal penuh bualan; otaknya membatu seketika, nalarnya berkecambuk seiring sepasang netranya berpendar kosong. Tatanan asterik di atas sana tak lagi memenuhi histeria dalam selubung hatinya, sesuatu yang begitu ia sukai; ia kagumi sepenuh hati hanya jadi penambal dukanya kini.

Tidak seperti dulu. Tak ada lagi kembangan senyum penuh arti, binar keterpukauan begitu utuh, serta bahagia integral yang memenuhi paru-parunya saat mendapati apapun rasi ciptaan Zeus menghiasi langit.

Omong kosong.

Citra dalam obsidian Jungkook memudar seiring kuluman senyumnya meluntur, menatap kosong paparan bintang yang menghiasi langit. Perlahan ia menggapai lengan lelaki di sebelahnya, menautkan jemari mereka begitu hati-hati, mencengkramnya sarat perasaan dan teramat erat, “Taehyung, aku mencintaimu,” ia memejam mata kuat-kuat setelah menjatuhkan kepala di pundak sosok itu. Namun figur di sebelahnya tetap tak buka suara, hanya menatap langit dengan netra kosongnya yang dingin.

Sampai waktu di mana debar jantung Jungkook menyesak dan membuatnya sekarat hanya untuk berkata begitu lirih, “Mianhae.

Membiarkan Taehyung tetap diam menatap angkasa; dengan sepasang kelopak yang tak pernah lagi berkedip, tanpa gerak pompa dada, embus napas dari paru-paru yang bekerja, pun debar jantungnya yang berdetak. Lelaki itu hanya diam, terduduk kaku membiarkan Jungkook bersandar pada bahunya.

dengan sebilah pedang sacrificium yang tertancap di bagian dada, menyerong hingga tembus di pinggang belakangnya.

 

 

 

Kerena Tuhan pun tau, pengorbanan ini bukti cinta Taehyung untuknya. Mengorbankan nyawa sebagai panglima, bukan karena ia kalah di sana. Goryeo menguasai Silla berkat kemenangan tempur ini, namun titah sang raja adalah perintah mutlak baginya buat dianut tanpa elak. Sang penguasa sengaja mengirimnya ke medan perang, buat terakhir kali, sebagai penghujung tempat nyawanya berpulang.

Untuk dalih ke seluruh rakyat; memberi pengumuman tegas bahwa panglima Kim telah mati dalam bertugas di daratan Ravenna, padahal meregang nyawa karena pedangnya sendiri yang dihunuskan tidak rela oleh ajudan tersayangnya, disaksikan tangis pedih ratusan prajuritnya yang selamat.

Kerena Jungkook sendiri pun tau, kedudukannya sebagai putra raja yang telah dijodohkan, menjadikan hubungan cinta mereka begitu haram di mata orang tuanya.

 

 

 

 

©Blood, Sweat And Tears —clear.

end.


Jo Liyeol’s Curhat Timing


Cuma dedek perjelas doang, soalnya banyak yang gagal paham sama bab tiganya.

Jadi dengan rampungnya chapter ini Blood, Sweat And Tears [completed] ahaaaay o(≧∇≦o)

Karena sesuai judulnya, perchapter sudah mewakili satu kategori:

Bab I : Keringat.

Bab II : Air mata.

Bab III : Darah.

.

PS(1): Prohibetur itu artinya terlarang, dan sacrificium artinya pengorbanan.

PS(2): Judulnya sendiri artinya berduka. Semua itu Li ambil dari bahasa latin.

.

.

Thanks for read this.

So, sorry for typo and all fault.


See you on next tale~ =3=9

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s